• Hari ini : Kamis, 22 Februari 2018

Waw, Komisi X DPR-RI Perbanyak Beasiswa Bidik Misi

Palangka Raya, KP – Guna mengumpulkan aspirasi kampus baik perguruan tinggi negeri dan swasta, Komisi X DPR-RI melakukan kunjungan spesifik ke Universitas Palangka Raya (UPR) selama sehari, Kamis (1/2).

Tim Kunker Komisi X DPR-RI dipimpin oleh Ketua Tim Sutan Adil Hendra tersebut dìterima langsung Plt.Rektor UPR DR.Agus Indarjo dan jajaran Rektorat UPR, di hadiri  sejumlah pimpinan Universitas negeri dan swasta di Kota Palangka Raya.

Dalam kesempatan itu Plt. Rektor UPR memaparkan kondisi umum perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalteng dan khususnya Universitas Palangka Raya yang selama ini hidupnya masih belum memadai seseuai harapan masyarakat dan Pemerintah. Pasalnya banyak menemui kendala baik kualitas maupun fasilitas dalam pengembangannya.

Meski banyak telah dilakukan berbagai upaya agar lebih maju, namun tetap saja tak banyak mengalami kemajuan. Untuk itu adanya kunjungan Lembaga Legislatif Pusat itu bisa membantu PTN/PTS di Kalteng, sehingga bisa memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakatnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Kunker Spesifik Komisi X DPR-RI Sutan A Hendra mengakui lemahnya lrmbaga perguruan tinggi di tanah air terutama jika dibandingkan dengan perguruan tinggi di luar negeri. Bahkan Indonesia berada di peribgkat 87 dari 127 negara dunia.

Di bandingkan Malayasia berada diperingkat 37 kualitas perguruan tingginya dan Vietnam di peringkat 47, itu artinya Indonesia jauh berada dibawah dua negara itu. Untuk itu pihaknya perlu masukan dari PTN dan PTS seluruh Indonesia untuk dibahas pada Raker dengan mitra kerja Komisi X DPR-RI.

Sementara itu dalam dialog Rektor Universitas Muhamadyah Palangka Raya (UMP) DR.Bulkani mengemukakan ratio lulusan SLTA masuk meneruskan ke jenjang perguruan tinggi di Kalteng masih sangat rendah sekali. Disisi lain sebenarnya minat mereka masuk perguruan tinggi sangat besar.

Namun pada umumnya generasi muda Kalteng khususnya orang Dayak anak-anak petani dan berpenghasilan kurang mampu. Sehingga mereka gagal masuk perguruan tinggi.

“Untuk itu perlu ditambah program beasiswa  bidik misi bagi masyarakat Dayak” pinta Bulkani.

Ia juga mengusulkan agar Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk lembaga PTS yang ada di Kalteng mencapai 22 buah. Pasalnya hal itu sangat membantu keuangan dan operasional pendidikan tinggi.(drt/K-8).

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua