• Hari ini : Kamis, 18 Januari 2018

Wawali Tuding RPH dan RPU Kurang Layak

LIHAT RPH - Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah yang melihat langsung kondisi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) yang selama ini sering dikeluhkan, Kamis (8/9) siang, disambut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Banjarmasin Ir H Doyo Pudjadi. (KP/Narti)
LIHAT RPH – Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah yang melihat langsung kondisi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) yang selama ini sering dikeluhkan, Kamis (8/9) siang, disambut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Banjarmasin Ir H Doyo Pudjadi. (KP/Narti)

BANJARMASIN, KP – Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah yang melihat langsung kondisi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) yang selama ini sering dikeluhkan penghuninya, spontan mengatakan RPH  dan RPU lokasi di kawasan Basirih Kecamatan Banjarmasin Selatan dinilai kurang layak.

Ia juga mengkritik setiap ruangan yang dilihatnya sangat jorok. Kebetulan sejumlah pedagang juga ada meski saat siang tak ada aktivitas pemotongan unggas disana. “Saya ingin melihat kondisi sebenarnya. Sekaligus apa permasalahan yang selama ini dialami pedagang disana,’’ ungkap Politisi PDIP Kalsel Hermasyah usai berkunjungan ke RPH dan RPU.

Bahkan, dia menilai rumah pemotongan hewan itu memang tidak layak. Pantas saja, menurut dia, banyak pengusaha unggas enggan melakukan pemotongan di sana.

“Coba saja lantainya banyak yang runtuh, atap juga pada bocor. Tak hanya itu tempat pembuangan limbah juga sangat tidak layak,’’ ketus Hermansyah.

Tak hanya itu, pengamanan di lokasi dinilai juga sangat lemah. “Bagaimana pengusaha unggas mau menempati kalau kondisinya begitu. Ya wajar saja mereka menolak ke sana walaupun ada aturan yang mengharuskannya,’’ katanya.

Selain mengeluhkan RPH dan RPU, mantan anggota DPRD Kalsel ini langsung menggelar pertemuan dengan pedagang unggas khususnya yang berada di Pasar Sentra Antasari.

“Intinya kita akan segera memperbaiki RPH dan RPU, dengan catatan setelah selesai tak ada lagi pedagang yang memotong di luar RPH dan RPU dan semuanya harus beraktivitas di RPH,’’ ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Banjarmasin Ir H Doyo Pudjadi mengakui, masih banyak pengusaha unggas yang tidak mematuhi aturan dengan memotong unggas ke RPU. Padahal aturannya, tutur Doyo sudah jelas, Perda Nomor 1 Tahun 2011, pemotongan unggas hanya di RPU Basirih.

Doyo mengatakan, sudah menggelar beberapa kali rapat koordinasi dengan instansi terkait termasuk Kepolisian dan TNI. Namun hingga kini, akunya, penindakan terhadap pemotongan unggas di luar Basirih belum dilakukan.

“Kita persuasif dulu. Kita rayu-rayu dulu agar mereka ikhlas mau pindah. Jika sudah lama dan tak mau, baru kita tindak,’’ kata Doyo.
Selama ini, menurut Doyo, pemotongan unggas yang beraktivitas di luar RPU Basirih kebanyakan berskala kecil. “ Kalau yang besar-besar sudah di RPU Basirih,’’ katanya.

Salah satu pedagang, Hadi Suwarna mengatakan, siap pindah ke RPH dan RPU kalau memang semua fasilitas diperbaiki dan dilengkapi. Pedagang, tutur dia, terpaksa memotong di Pasar Sentra Antasari, karena di RPH dan RPU sudah tidak layak.

“Kalau di sini kami malah telah membuat tempat pembuangan limbah. Kami tidak asal-asalan kok,’’ ujarnya.(vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua