Workshop Jurnalisme Warga Dapat Apresiasi Dewan

ditulis pada 7 Oktober 2017

Wakil Ketua DPRD Kapuas Rober L Gerung, meninjau langsung dikediaman salah satu rumah warga yang terkena dampak banjir, pada kunkernya beberapa waktu lalu, di daerah Hulu Kapuas.

Kuala kapuas, KP – Workshop tentang jurnalisme warga (netizen journalism) yang dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kapuas, pada Kamis (5/10) kemarin, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Robert Linuh Gerung.

“Kita menyambut baik, dan apresiasi atas terlaksananya kegiatan workshop jurnalisme warga oleh PWI Kapuas. Karena hal itu tentunya sangat bermanfaat bagi warga, khususnya yang mengikuti workshop itu,’’ ucap Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini, kepada wartawan di Kuala Kapuas, kemarin.

Menurutnya, sekarang ini dengan kemajuan tekhnologi, siapa pun dapat mengabarkan atau menginformasikan sebuah kejadian, sehingga hal tersebut menjadi sebuah kabar atau berita dari hasil jurnalisme warga.

“Nah ini artinya, sebuah karya jurnalisme warga itu menjadi tanggungjawab dari warga itu sendiri,’’ katanya.

Maka dari itu, lanjut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V ini, dengan adanya workshop jurnalisme warga, para masyarakat, khususnya yang mengikuti workshop tersebut dapat memahami jurnalisme warga, dan mengetahui batasan-batasannya.

“Sehingga, sebuah karya jurnalisme warga jangan sampai merugikan warga itu sendiri. Artinya, jangan gara-gara produk jurnalisme warga menjadi kasus pidana terhadap dirinya,’’ kata dia.

Jadi, sambung mantan Ketua DPRD Kapuas ini, masyarakat harus bijak, dan memperhatikan batasan-batasan dalam sebuah karya jurnalisme warga.

Serta, informasi yang diberikan harus betul-betul informasi apa adanya, bermanfaat, dan sifatnya membangun.

“Jangan sampai karya jurnalisme warga, malah memberikan informasi yang hoax (tidak benar-red). Ini tentunya selain merugikan diri sendiri, juga dapat merugikan orang lain. Jadi masyarakat harus bijaklah, dan informasi itu harus benar sesuai dengan kenyataan,’’ pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam workshop jurnalisme warga itu diikuti sekitar 120 orang, yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan (OKP), serta para pelajar di Kabupaten Kapuas. (Al/K-8)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.